ai-technology29 Mei 20263 min read

Prosus membangun 60.000 agen AI dan kini menguranginya kembali menjadi 5.000.

KPMG mensurvei 1.200 perusahaan: hanya 8 persen yang melihat imbal hasil yang jelas. Biaya agen AI tinggi dan sulit diprediksi — tetapi hasilnya pun demikian. Siapa yang bisa membedakannya, memegang kendali atas keduanya.

Oleh Anthony Raaijmakers

Prosus membangun 60.000 agen AI dan kini menguranginya kembali menjadi 5.000.

Het Financieele Dagblad menulis tentang hal ini minggu lalu. KPMG mensurvei 1.200 perusahaan: hanya 8 persen yang melihat imbal hasil yang jelas. 80 persen dari perusahaan multinasional yang menerapkan agen AI melakukan pemutusan hubungan kerja. Analis Gartner, Helen Poitevin, menyatakannya dengan jelas: "Pemutusan hubungan kerja menciptakan ruang dalam anggaran, tetapi tidak menghasilkan keuntungan." Konsumsi token kini tiga kali lebih tinggi dibandingkan setahun lalu.

Yang secara khusus kami lihat pada agen AI: biayanya tidak menskala seperti perangkat lunak biasa. Di Mews, perusahaan asal Amsterdam, sempat terjadi kepanikan ketika tagihan sebenarnya dari Anthropic masuk. Seorang karyawan baru menghabiskan token senilai €1.000 hanya dalam satu hari. Tetapi dengan itu ia membangun sesuatu yang biasanya butuh berbulan-bulan bagi sebuah tim.

Biayanya tinggi dan sulit diprediksi, tetapi hasilnya pun demikian. Karena itu, di OneMinded kami selalu lebih dulu mengajukan pertanyaan itu: apa masalahnya, dan apa solusi yang paling tahan masa depan? Kadang itu berupa agen AI. Kadang berupa proses yang dibangun dengan AI, tetapi berjalan sendiri tanpanya. Siapa yang bisa membedakannya, memegang kendali atas keduanya.